Berbicara
mengenai kuman, -kami biasa menyebutnya bakteri- kebanyakan dari kita akan
merasa takut jika terkena makhluk ukuran mikron tersebut, hingga sebagian besar
produk-produk kesehatan dan kebersihan menggunakan slogan “Bebas kuman,
Antikuman, Kuman No Way dan seterusnya.
Ada
hal menarik yang sebenarnya perlu dikaji. Si Kuman sama seperti manusia, perlu
taarufan untuk mengenalnya.
J
Antibiotik ini bekerja dengan menekan
atau menghentikan proses biokimia si bakteri dengan cara yang berbeda-beda
sesuai penggolongan antibiotik itu sendiri. Ada yang yang menghambat sintesis dinding
sel bakteri pada golongan Penisilin, Sefalosporin, Polipeptida; ada yang
menghambat proses transkripsi dan replikasi pada golongan kuinolon; adapula
yang menghambat sintesis protein pada golongan makrolida, aminoglikosida dan
tetrasiklin, dan masih banyak lagi mekanisme kerja antibiotik.
Karena si bakteri ini begitu menakutkan
–karena mindset yang menganggap bahwa bakteri si pembawa penyakit- dan si
antibiotik sangat mudah didapatkan, masyarakat seringkali mengobati dirinya
sendiri jika sangat yakin terinfeksi bakteri. Fenomena seperti ini sebenarnya
tidak boleh berkembang karena berbahaya pada masyarakat sebab akan
mengakibatkan resistensi pada masyarakat yang salah menggunakan antibiotik.
Apa bahaya nya?
Penggunaan antibiotik yang dilakukan
secara sembarangan akan membuat bakteri kebal terhadap antibiotik tersebut. Bagaimana
bisa? Karena biasanya antibiotika bekerja sangat spesifik pada suatu proses, sehingga
memungkinkan terjadinya mutasi pada bakteri yang memunculkan bakteri yang lebih
kebal terhadap antibiotika tersebut. Oleh karena itu, pemberian antibiotika harus
diberikan dalam dosis yang menyebabkan bakteri segera mati dan dalam jangka
waktu yang agak panjang agar mutasi tidak terjadi. Penggunaan antibiotika yang
“setengah-setengah” hanya membuka peluang munculnya tipe bakteri yang 'kebal'. Antibiotika
salam satu dosis lengkap harus dihabiskan, meskipun baru setengah dosis saja
terlihat sudah sembuh.
Sebagai kesimpulan, masyarakat sebaiknya
memeriksakan kesehatan pada dokter ahli untuk mengetahui apakah terinfeksi
bakteri patogen atau tidak, dan selanjutnya meminta informasi tentang
penggunaan obat yang rasional pada apoteker untuk menghindari adanya
kesalahpahaman dalam penggunaan obat.
Dan tak lupa pula, berdoa kepada Allah
SWT untuk meminta kesembuhan karena dalam Firman Allah SWT dalam Surah
Asy-Syu’ara ayat 80
“Dan apabila
aku sakit, maka Dialah yang menyembuhkan penyakitku” (الشعرا80)
Sabda
Rasulullah Shalallahu’Alaihi wa
Sallam:
“Setiap
penyakit mempunyai obat. Apabila terpadan penyakit dengan obatnya niscaya akan sembuhlah penyakit dengan izin
Allah”. (H.R. Muslim dan Ahmad dari Jabir radiallahuanhu).