Sabtu, 04 Juli 2015

Teknologi Sediaan Steril



Suntik.... Suntik...
Mendengar kata suntik, yang terlintas dibenak adalah sebuah benda berbentuk tabung dengan ujung runcing layaknya jarum.
Beberapa orang merasa ngeri ketika harus disuntik.
Nah, untuk mengurangi perasaan ‘ngeri’ dengan suntik, saya sebagai mahasiswa farmasi akan memperkenalkan mengenai sediaan obat yang diberikan dengan cara menyuntik –atau kami biasa menyebutnya sediaan injeksi-.

SEDIAAN PARENTERAL

Perlu diketahui, berdasarkan rute pemberiannya, obat terbagi atas dua, yaitu sediaan oral dan sediaan parenteral. Sediaan oral merupakan rupe pemberian melalui saluran pencernaan. Sebaliknya parenteral merupakan rute pemberian selain melalui saluran pencernaan, misalnya injeksi. Injeksi merupakan sediaan steril bebas pirogen yang dimasukkan dengan merobek jaringan melintasi kulit atau membran mukosa ke dalam kompartemen tubuh sehingga dapat menghindari metabolisme oleh hati dan menjadikan bioavailabilitasnya sempurna. Injeksi ada yang dapat berupa sediaan volume kecil maupun sediaan volume besar. Untuk volume kecil biasanya menggunakan wadah ampul dan vial, sedangkan untuk injeksi volume besar biasanya botol atau karet elastis.
Komponen-komponen dalam sediaan injeksi seperti:
a.      Zat Aktif
b.      Zat Tambahan
1.      Antioksidan, untuk mencegah terjadinya oksidasi pada senyawa aktif yang akan berakibat berkurangnya efek terapi yang diinginkan.
2.      Pengawet atau antimikroba, untuk mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
3.      Buffer, untuk mencegah rusaknya obat dan menjaga kesesuaian pH fisiologis.
4.      Bahan pengkhelat
c.       Pembawa, umumnya digunakan air pro injeksi. Adapun yang non-air, terbagi atas minyak dan bukan minyak.
                          Pada sediaan injeksi, seringkali diberi zat tambahan berupa emulgator. Emulgator biasanya digunakan untuk menurunkan tegangan permukaan antara zat dengan pelarut agar senyawa yang sulit terbasahi dapat dilarutkan dengan baik. Namun, penggunaan emulgator untuk sediaan injeksi perlu diwaspadai sebab jika berlebihan menyebabkan senyawa-senyawa dapat melintasi membran sel darah merah, menyebabkan sel darah merah mengembang dan akhirnya lisis (pecah).

SEDIAAN TELINGA

Sediaan telinga merupakan sediaan yang diperuntukkan pada telinga, dapat berupa larutan, suspensi maupun emulsi yang biasanya diberikan dengan cara diteteskan ke dalam lubang telinga. Sediaan telinga tidak harus steril karena penggunaannya yang topikal, akan tetapi pada sediaan-sediaan tertentu, sediaan telinga dapat diberikan melalui mata. Oleh karena itu, dikhawatirkan akan adanya kesalahan cara penggunaan obat, maka sediaan telinga sebaiknya harus steril.
Penggunaan tetes telinga biasanya untuk:
a.      Antibiotik
b.      Melunakkan malam atau lilin telinga yang mengeras
c.       Membersihkan telinga setelah pengobatan
d.     Mengeringkan permukaan telingan yang berair
e.      Sebagai antiseptik ataupun anestesi lokal.
Hal-hal yang penting dalam memformulasi sediaan telinga yaitu,
1.      Pembawa air atau gliserol
Pembawa air dapat membantu memberikan aksi pelunak malam dalam telinga dan mempertinggi viskositas.
2.      Viskositas
Viskositas larutan yang tinggi membantu memperkuat kontak antara sediaan dengan permukaan yang terkena infeksi.

Pada sediaan telinga, sebaiknya tidak menggunakan minyak nabati tetapi minyak mineral sebab minyak nabati dapat mengendap dalam lubang telinga dan kemungkinan akan menjadi nutrisi bagi bakteri untuk berkembangbiak. Lain halnya pada sediaan injeksi yang boleh menggunakan minyak nabati tetapi tidak boleh minyak mineral sebab minyak nabati bersifat biodegradable, artinya dapat didegradasi oleh tubuh, sedangkan minyak mineral dapat berikatan dengan radikal bebas dalam tubuh dan memicu terjadinya kanker.

0 komentar:

Posting Komentar